Translate

Kamis, 26 November 2015

BAB 1 - 3 LAPORAN PPL INDIVIDU

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP-PGRI) Pontianak, dari semester pertama telah mendapatkan berbagai macam mata kuliah pendidikan, sebagai pengantar untuk mencapai keprofesionalan dan diberikan latihan-latihan mengajar.
            Sebagai bentuk gambaran ilmu dari apa yang telah didapatkan dilingkungan STKIP-PGRI Pontianak, kini ilmu yang telah didapat akan dipraktikan disekolah-sekolah untuk mengajar guna menyampaikan materi sesuai dengan jurusan mahasiswa.
            Praktik Pengalaman lapangan (PPL) yang wajib diikuti oleh mahasiswa STKIP-PGRI Pontianak adalah sebagai bentuk gambaran dari tri darma perguruan tinggi, juga sebagai bentuk uji coba dan upaya melatih diri sebagai calon guru tentang prosedur dan proses pelaksanaan Kegiatan Balajar Mengajar (KBM) secara nyata dikelas sebelum mahasiswa benar-benar berprofesi sebagai guru.
            Dalam pelaksanaan kegiatan PPL, Mahasiswa dibimbing oleh guru pamong dan dosen pembimbing agar kegiatan dapat terarah sesuai dengan ketentuan. Setelah melaksanakan PPL, mahasiswa diwajibkan membuat laporan individu dan laporan kelompok yang menyangkut pelaksanann kegiatan PPL disekolah maupun kegiatan yang berhubungan dengan sekolah.

B.       Tujuan PPL
            Tujuan dari diadakannya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah agar mahasiswa  mendapat pengalaman faktual  tentang segala hal yang berhubungan dengan dunia kependidikan khususnya proses pembelajaran dan kegiatan kependidikan yang diadakan di sekolah dalam mencapai profesionalitas dan kemampuan bidang kependidikan yang cukup.

1
 



C.         Manfaat PPL
            Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1.             Manfaat bagi mahasiswa praktikan
a.       Mengenal dan mengetahui secara langsung proses pembelajaran dan kegiatan kependidikan lainnya di Sekolah.
b.      Memperdalam pengertian, pemahaman, dan penghayatan mahasiswa tentang pelaksanaan pendidikan.
c.       Mendapatkan kesempatan untuk mempraktekkan bekal yang telah didapat selama perkuliahan kedalam proses pembelajaran di Sekolah.
d.      Mendewasakan cara berfikir dan meningkatkan daya nalar dalam melakukan penelaan, perumusan, dan pemecahan masalah pendidikan yang ada di sekolah.
2.             Manfaat bagi sekolah
a.       Dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dalam membimbing anak didik dan mahasiswa PPL serta dapat menambah profesionalisme guru
b.      Mempererat kerjasama antara sekolah dan STKIP-PGRI Pontianak sebagai lembaga pendidikan.











                                       BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN PPL

A. Observasi Lingkungan Sekolah
            Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dimulai pada bulan agustus 2012 yang dilaksanakan oleh setiap mahasiswa semester tujuh di STKIP-PGRI Pontianak dimulai dengan diserahkannya secara simbolis semua mahasiswa praktikan tersebut oleh lembaga STKIP-PGRI Pontianak kepada pihak sekolah yang diberikan kepercayaan untuk melatih mahasiswa praktikan agar dapat memiliki bekal sebagaimana mestinya menjadi seorang guru yang profesional di lapangan nantinya. Setelah diserahkan semua mahasiswa tersebut maka semua mahasiswa praktikan wajib mengikuti segala bentuk aturan yang ada disekolah tersebut.
                   Adapun setelah penyerahan mahasiswa praktikan secara simbolis yang dilaksanakan di aula kantor Bupati Kubu Raya. Serah terima yang dilaksanakan di aula kantor Bupati Kubu Raya dihadiri oleh wakil bupati Kubu Raya, Kepala Dinas Pendidikan Kubu Raya serta Kepala Sekolah mitra yang ada di Kabupaten Kubu Raya. Setelah serah terima yang dilaksanakan di kantor Bupati, peserta PPL langsung melakukan observasi lingkungan sekolah oleh mahasiswa sendiri kepada sekolahnya masing-masing. Pada tanggal 28 Agustus kami datang ke SMP Negeri 1 Kubu. Mahasiswa STKIP-PGRI Pontianak yang praktek di SMP Negeri 1 Kubu berjumlah 7 orang yang terdiri dari:
1.      2 orang mahasiswa dari Prodi Matematika,
2.      2 orang mahasiswa dari Prodi PPKn,
3.      1 orang mahasiswa dari Prodi Sejarah,
4.      1 orang mahasiswa dari Prodi Penjaskes, dan
5.      1 orang mahasiswa dari Prodi BK.
Dengan daftar nama terlampir.
            Pelaksanaan PPL di SMP Negeri 1 Kubu dilaksanakan selama 6 bulan terhitung dari 28 Agustus 2012 hingga Februari 2013.

3
 
B. Observasi Kelas
            Pada hari Senin tanggal 5 September 2012, kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Kubu dimulai. Pada saat itu penulis sudah mendapatkan pengarahan yang berharga dari kepala sekolah. Penulis mendapatkan masukan mengenai sekolah, serta situasi dan kondisi siswa SMP Negeri 1 Kubu. Penulis juga mendapatkan pengalaman yang berharga yakni diberikan kepercayaan guru untuk masuk kelas sekaligus sosialisasi kepada siswa, memotivasi siswa mengenai penjaskes, belajar bagaimana beradaptasi dengan siswa, dan bagaimana mengelola kelas agar tercipta pembelajaran yang kondusif.
            Pengalaman yang penulis dapatkan ini merupakan langkah awal dalam mengajar dikelas nantinya.
Secara umum, keadaan di SMP Negeri 1 Kubu memilik bangunan diperlihatkan pada tabel berikut.
Tabel 2.1. Keadaan Bangunan SMP Negeri 1 Kubu
No
Jenis Ruangan
Jumlah
1.
Ruangan kelas
9
2.
Ruang Kepala Sekolah
1
3.
Ruang Tata Usaha
1
4.
Ruang Guru
1
5.
Laboratorium IPA
1
6.
Laboratorium TIK
1
7.
Ruang Perpustakaan
1
8.
Ruang Dapur
1
9.
Lapangan Volly
1
10.
Lapangan Bulu Tangkis/ Takraw
1
11.
Ruang Olahraga
1
12.
Kantin
3
13.
Gudang
1
14.
Aula
1
15.
Mushola
1
17.
WC guru
1
18.
WC Siswa
2

Dari 9 ruang kelas di SMP Negeri 1 Kubu, 3 kelas merupakan kelas VII (A, B, C), 3 kelas merupakan kelas VIII (A, B, C), dan 3 kelas merupakan kelas IX (A, B, C) yang masing-masing memiliki kelengkapan seperti papan tulis, meja dan kursi siswa dan guru, serta perlengkapan belajar lainnya yang mendukung jalannya proses pembelajaran di kelas. Sturktur kelas masing-masing kelasnya terdiri dari 1 orang ketua kelas, 1 orang wakil ketua kelas, 2 orang sekretaris kelas, 1 orang bendahara kelas, dan 2 sampai 4 orang siswa merupakan seksi-seksi kelas serta 1 orang guru sebagai wali kelas.
     Setiap kelas memiliki jadwal piket harian dan setiap siswa mendapat giliran piket satu kali setiap minggu.

TABEL
Laporan jumlah siswa kelas VII,VIII,IX SMP Negeri 1 Kubu
Tahun Ajaran 2012/2013
Jumlah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kubu
No
Kelas
Siswa
Jumlah
Keterangan
L
P
1
VII A
17
25
42

2
VII B
17
25
42

3
VII C
19
24
43

Jumlah siswa kelas VII
53
74
127


Jumlah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kubu
No
Kelas
Siswa
Jumlah
Keterangan
L
P
1
VIII A
18
26
44

2
VIII B
20
24
44

3
VIII C
20
25
45

Jumlah siswa kelas VIII
58
75
133






Jumlah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kubu
No
Kelas
Siswa
Jumlah
Keterangan
L
P
1
IX A
19
23
42

2
IX B
21
21
42

3
IX C
16
27
43

Jumlah siswa kelas IX
56
71
127


C.   Pelaksanaan Latihan Mengajar
Pelaksanaan praktik mengajar di SMP Negeri 1 Kubu meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, praktik mengajar terbimbing, praktik mengajar mandiri, dan ujian praktik mengajar.

1.    Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
          Dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, penulis dibimbing dan diarahkan oleh Bapak Bakhtiar,S.Hi sebagai guru pamong penulis. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran disusun setiap pertemuan atau setiap akan mengajar.
   Di SMP Negeri 1 Kubu, mata pelajaran penjaskes diajarkan sebanyak 2 jam pelajaran setiap minggunya. Penulis diberi kepercayaa. Guru pamong untuk mengajar di tiga kelas yaitu VII A, B dan C.
          Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah penulis buat dengan bimbingan Bapak Bakhtiar, S.Hi selama melaksanakan praktik mengajar pada semester 1 membuat sebanyak 9 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terlampir.

2.    Praktik Mengajar Terbimbing
            Praktik mengajar terbimbing yaitu penampilan mengajar mahasiswa PPL dengan diperhatikan oleh guru pamong masing-masing. Kemudian setelah selesai penampilan tersebut dievaluasi dan diberi arahan oleh guru pamong tersebut untuk penampilan berikutnya.
Praktik mengajar terbimbing ini dilaksanakan sebanyak  dua belas kali. Yang dimana praktik mengajar terbimbing di laksanakan dua kali dalam satu bulan.

3.    Praktik Mengajar Mandiri
       Praktik mengajar mandiri yang dilaksanakan penulis di SMP Negeri 1 Kubu yaitu penampilan mengajar mahasiswa PPL yang diberikan kepercayaan untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara mandiri di kelas VII A, B dan C dengan tujuan mendapatkan pengalaman pengelolaan kelas dan melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. Penulis juga beberapa kali diberi kepercayaan oleh guru pamong untuk masuk dan mengajar di kelas VIII B dan C pada beberapa materi praktek Senam Dasar dan Kebugaran Jasmani, setiap sebelum masuk ke kelas, penulis memberikan satu perangkat RPP untuk dievaluasi oleh guru pamong.

4.    Ujian Akhir Praktik Mengar
Ujian praktik mengajar adalah penilaian tentang pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh mahasiswa PPL dan dinilai oleh guru pamong dan dosen pembimbing yang telah ditetapkan. Namun karena pada tahun akademik 2012/ 2013 antara KKM dan PPL disatukan yang disebut dengan KKM-PPL TERPADU dan dikembalikan ke daerah asal mahasiswa masing-masing maka penilaian sepenuhnya diserahkan kepada guru pamong dan pihak sekolah. Penilaian pelaksanaan belajar mengajar dengan skenario mengajar tersebut dirancang oleh penulis. Ujian ini dilaksanakan sebanyak empat kali.
Ujian dilakukan pada tanggal 1 November 2012 pada anak kelas VII A dan B, sedangkan kelas VII C dilakukan pada tanggal 2 November 2012. Pada ujian terakhir di laksanakan pada tanggal 6 November 2012 di kelas VIII C dilapangan sekolah yang dihadiri oleh Guru Pamong dan pihak Sekolah SMP 1 Kubu, dimana keberadaan beliau merupakan suatu penentu berhasil tidaknya mahasiswa PPL dalam melaksanakan kegiatan latihan mengajar.


D.  Kegiatan Tambahan

     Selain melakukan praktek mengajar dikelas, mahasiswa PPL juga memiliki kegiatan tambahan antara lain sebagai berikut:
1.              Mengikuti kegiatan upacara bendera pada hari senin.
2.             Melatih petugas upacara pada hari sabtu dan minggu (atau jam tertentu yang dimintakan wali kelas yang menjadi petugas upacara).
3.             Ikut serta dalam mengawasi pengembangan diri siswa SMP Negeri 1 Kubu.
4.              Ikut serta dalam kegiatan razia HP atau rambut (siswa laki-laki).
5.              Turut serta melancarkan proses belajar mengajar.
6.              Ikut serta dan mengarahkan kerja bakti di sekolah.
7.             Ikut serta dalam persiapan ulangan seperti pembuatan soal ulangan dan penyusunan soal.
8.              Menjadi pengawas ulangan.

E.  Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan PPL
  Kegiatan PPL yang dilakukan di SMP Negeri 1 Kubu sangat menyenangkan, dimana masing-masing siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda yang secara tidak langsung memberi pengalaman penulis dalam menghadapi dan menangani peserta didik (siswa). Bimbingan yang diberikan oleh guru pamong sangat membantu bagi kelancaran kegiatan PPL.
  Selain itu, selama melaksanakan kegiatan tentunya tidak terlepas dari hambatan-hambatan, begitu pula dalam kegiatan PPL ini, yang juga tidak terlepas dari hambatan-hambatan. Namun yang terpenting adalah bahwa hambatan tersebut haruslah dicarikan solusi atau jalan keluarnya. Tentu diperlukan adanya kerjasama diantara pihak-pihak yang berkepentingan.
Adapun hambatan yang penulis alami selama kegiatan PPL berlangsung antara lain:
1.        Penguasaan kelas yang kurang maksimal dikarenakan jumlah siswa kelas VII B dimana penulis melakukan praktek adalah sebanyak 42 orang siswa.
2.        Pengalokasian waktu mengajar yang masih kurang tepat sehingga beberapa kali di awal praktek mandiri penulis masih mengalami kekurangan waktu.
Upaya yang penulis lakukan untuk mengatasi masalah-masalah diatas yaitu:
1.        Agar dapat menguasai kelas, penulis mencoba melibatkan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar dan juga dengan menggunakan media pengajaran yang bisa menarik perhatian siswa, misalnya untuk materi Bermain dan aktivita Ritmik menggunakan music bertujuan agar siswa dapat lebih fokus karena tertarik oleh media pembelajarannya.
Dengan bimbingan guru pamong, penulis merancang pembelajaran dengan membuat ekstrakurikuler olahraga agar dapat mewakili tercapainya indikator dan tujuan pembelajaran di setiap pertemuan.




















BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
            Praktik Pengalaman Lapangan ( PPL ) merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa STKIP-PGRI Pontianak. Hal ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keprofesionalan mahasiswa yang akan menjadi calon guru dimasa yang akan datang.
            SMP Negeri 1 Kubu merupakan salah satu sekolah yang pertama  kali membuka diri untuk menerima mahasiswa PPL dari STKIP-PGRI Pontianak, mengizinkan dan melaksanakan kegiatan di sekolah tersebut. Sambutan, tanggapan, dan pelayanan yang diberikan oleh guru dan siswa dalam hal ini sangat antusias dan memberikan dukungan dalam bentuk moril maupun nonmoril, sehingga membuat penulis merasakan kemudahan beradaptasi didalam lingkungan sekolah.
            Kegiatan PPL ini banyak memberi masukan dan manfaat bagi penulis. Pengalaman-pengalaman yang penulis dapatkan selama PPL membuat penulis sadar bahwa penulis masih harus banyak belajar dalam mengajar untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan untuk masa yang akan datang agar menjadi lebih baik.
B. Saran
            Selama 6 bulan lebih (Agustus, September, Oktober, November, Desember,januari) penulis melaksanakan PPL di SMP Negeri 1 Kubu. Penulis menilai dan merasakan bahwa SMP tersebut sudah cukup baik dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar yang dicapai oleh siswa selama semester I. untuk dapat lebih meningkatkan prestasi dan mutu SMP Negeri 1 Kubu ini kami dapat memberikan saran yang sifatnya membangun, antara lain:
1.     

10
sebagai suatu lembaga pendidikan formal, Sekolah Menengah Pertama bukan hanya memberikan pendidikan formal saja, tetapi juga dapat mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler sesuai bakat dan minat siswa, seperti dibidang olah raga Futsal, Volly, Basket  dan serta teknik computer perlu ditingkatkan.
2.      untuk mengembangkan minat dan bakat serta memotivasi siswa dalam berkarya tulis, sebaiknya majalah dinding yang sudah ada dapat difungsikan dengan sebaik-baiknya.
3.      Bimbingan secara pribadi terhadap siswa perlu ditingkatkan lagi terutama yang berhubungan dengan sikap siswa yang kurang memperhatikan pelajaran yang diberikan.
4.      Disarankan kepada pihak sekolah untuk terus meningkatkan kerjasama yang telah terjalin dengan baik dan meningkatkan kualitas kerja agar tujuan peningkatan kualitas SMP Negeri 1 Kubu dapat terus meningkat.
5.      Disarankan kepada siswa dan siswi SMP Negeri 1 Kubu agar selalu meningkatkan semangat dan disiplin dalam proses pembelajaran.

C. Saran bagi PPL selanjutnya :
Saran yang penulis bisa sampaikan kepada para calon praktikan adalah
Jadilah seorang tenaga pendidik yang professional, jangan lah takut membuat kesalahan karena sebagai manusia biasa kita tidak luput dari kesalahan.Selain itu, pilih lah media pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar dan lakukan persiapan yang benar-benar matang sebelum melaksanakan proses belajar mengajar.
            Penulis sampaikan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya praktek pengalaman lapangan ini. Tidak lupa kami sampaikan terimakasih kepada staff dan rekan-rekan bagian administrasi SMP Negeri 1 Kubu yang telah membantu menyediakan data-data yang kami perlukan.
            Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulis laporan ini. Untuk itu kami mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan kegiatan Praktikan Pengalaman Lapangan ( PPL ) yang akan datang.

            Demikian laporan yang dapat penulis sampaikan semoga dapat memberi  manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan penulis secara khususnya, Amien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar